Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pati hingga saat ini masih di angka 48 persen. Dengan posisi tersebut, Bumi Mina Tani masih bertahan di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bupati Pati Haryanto mengatakan, status Pati yang masih menempati level 3, dikarenakan capaian vaksinasi yang kurang dari 50 persen. Menurutnya, ini memang berat, tetapi berbagai upaya akan terus dilakukan agar Pati bisa turun level.

"Indikatornya PPKM ini memang capaian vaksinasi. Kalau kita belum mampu 50 persen, ya masih berada di level 3. Kondisi tiap-tiap daerah saat ini memang mengejar target vaksinasi itu," katanya, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, yang patut diperhatikan juga bhawa capaian vaksinasi itu terutama juga harus menyasar warga lanjut usia (lansia). Sebab, mereka ada golongan yang rentan terhadap Covid-19.

"Kita (Pati, red), lansia baru 31 persen. Setidaknya vaksinasi lansia ini harus mencapai 40 persen agar bisa turun level," ujarnya.

Baca: Demak Masuk Level 1, Ini Daftar Lengkap PPKM di Jateng
Baca: Demak Masuk Level 1, Ini Daftar Lengkap PPKM di JatengKendati demikian, pihaknya mengucapkan terima kasih atas upaya bersama khususnya UPT Puskesmas yang telah bersama-sama menghabiskan vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 140 ribu dosis. Adapun stok vaksin yang masa kedaluwarsanya sampai 31 Oktober 2021 telah habis sepenuhnya.“Kita masih punya stok vaksin yang harus segera disuntikkan yaitu AstraZeneca, Pfizer dan Sinovac. Namun Sinovac tidak lagi digunakan untuk vaksin tahap pertama, melainkan vaksinasi tahap kedua, sesuai dengan arahan Gubernur kemarin," tegasnya.Menurut Haryanto, dengan gerakan gotong royong dan keroyokan dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Pati terbukti efektif. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler