Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat perkenalan dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta jajaran FKPD dan para pejabat, Edi langsung menyampaikan sebuah pemberitahuan sekaligus peringatan pada anak buahnya yang hadir pula dalam acara itu. Edi menegaskan, jika ada permintaan apapun dari anak buahnya tanpa surat tertulis tidak perlu dilayani.

“Kepada bupati dan pejabat lainnya, kalau ada yang bisik-bisik minta sesuatu tidak usah dilayani. Saya tidak suka dengan sikap seperti ini dan harap dijadikan perhatian. Kalau memang membutuhkan sesuatu, saya akan mengirimkan surat resmi. Hal ini untuk menghindari adanya dusta di antara kita,” tegas Edi yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Sekayu, Sulawesi Selatan itu.

Dalam perkenalan itu, Edi juga bercerita jika tidak asing lagi dengan wilayah Grobogan karena sudah sering ke sini. Kebetulan, istrinya lahirnya di Grobogan dan pernah tinggal di Grobogan cukup lama sebelum pindah ke Semarang. Tepatnya di Desa Geyer, Kecamatan Geyer.

“Jadi, saya sudah cukup familiar dengan wilayah Grobogan ini. Hanya bedanya, saya tidak lagi sakit perut kalau ke Grobogan karena jalannya sudah bagus sekarang. Dulu, kalau ke sini, saya sering sakit perut karena jalannya banyak yang berlubang,” kata lulusan Fakultas Hukum Undip Semarang itu yang disambut tawa para tamu undangan.Sementara itu, mantan Kajari Grobogan Abdullah menyatakan, sosok penggantinya memang punya integritas tinggi dalam menjalankan tugas. Abdullah mengenal betul, karena beberapa waktu sebelumnya pernah bekerja satu atap di Kejaksaan Negeri Tanjung Priuk, Jakarta.“Saat itu, saya jadi kasi intelijen dan Mas Edi jadi Kasi Datun. Jadi, saya tahu betul kinerjanya,” kata Abdullah.Saat berpamitan, Abdullah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama bertugas di Grobogan selama 14 bulan. “Saya juga mohon maaf bila ada kekurangan selama bertugas disini. Setelah ini, saya akan mengemban tugas baru sebagai Asisten SDM di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur,” kata pria asal Madura itu.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler