Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat sibuk menangani lubang jalan dengan berbagai ukuran itu. Ada yang kecil, namun banyak pula lubang berukuran cukup lebar dan dalam.

Penanganan lubang diawali dengan membersihkan sisa air yang menggenang di lubangan tersebut. Setelah itu, lubang jalan ditutup dengan kerikil lalau di atasnya ditambal aspal curah.

Sejumlah warga yang melihat penanganan lubang merasa senang. Sebab, keberadaan lubang jalan di sepanjang ruas jalan itu sudah bikin celaka banyak pengendara. Khususnya, pengendara sepeda motor yang jarang melewati jalur utama menuju arah Solo tersebut.

“Saya senang akhirnya lubang-lubang jalan mulai ditutup. Soalnya, lubang jalan itu kondisinya memang membahayakan pengguna jalan,” kata Suwarsono, warga di Jalan Diponegoro.

Sebelum ditutup, pada ruas jalan sepanjang 1,5 km yang terbelah dua lajur ini memang banyak terdapat lubang jalan. Baik sisi timur menuju arah Solo maupun sisi barat yang mengarah ke Kota Purwodadi.

Lubang jalan ini, ada yang berkuran kecil dan dangkal. Namun, banyak pula yang ukurannya lebar dan dalam sehingga membahayakan pengguna jalan.
Keberadaan lubang di Jalan Diponegoro ini paling banyak terdapat di sekitar traffic light perempatan Danyang. Lubang jalan di sekitar sini ukurannya cukup lebar dan dalam. Bahkan, tepat di tengah perempatan ada satu lubang cukup besar. Selain cukup dalam, pada lubangan ini juga nongol rel kereta api.Sekedar diketahui, sisi timur Jalan Diponegoro ini, dulunya memang merupakan jalur kereta api jurusan Purwodadi-Solo. Tetapi, setelah jalur itu tidak aktif, relnya tetap berada di situ dan ditutup aspal guna pelebaran ruas jalan.“Sejak muncul banyak lubang, saya sudah beberapa kali menolong pengendara motor yang jatuh. Saya berharap, lubang jalan segera ditutup karena memang membahayakan,” kata Warno, pedagang kali lima di dekat perempatan Danyang.Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa, sebelumnya, pihaknya memang sudah sempat melakukan survei bersama forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ) setempat di ruas jalan tersebut.Dari survei tersebut, FLLAJ langsung memberikan rekomendasi pada dinas terkait agar segera menangani lubang jalan karena kondisinya memang rawan menimbulkan kecelakaan.“Jumlah lubangan di Jalan Diponegoro itu memang cukup banyak. Sebagian besar kondisinya memang membahayakan pengguna jalan,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler