Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut Bambang, untuk memaksimalkan penyelesaian tunggakan, dia sudah membentuk tim penagihan. Jumlah tim ada 18 orang yang dipimpin Kepala Satuan Pengawasan Internal PDAM Dwi Raharjo.

“Jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran ini berkisar 12.000. Pelanggan ini menunggak pembayaran dengan kisaran 3-12 bulan. Tunggakan ini kita upayakan untuk bisa tertagih secara bertahap,” kata Bambang yang ditemui wartawan saat meninjau instalasi pengolahan air (IPA) PDAM di seberang Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Selasa (15/11/2016).

Pria yang baru seminggu menjabat direktur itu menyatakan, penarikan piutang dari tunggakan pembayaran itu penting dilakukan. Sebab, dana yang bisa tertagih nantinya bisa digunakan untuk biaya operasional perusahaan.

Menurut Bambang, saat ini, masih banyak peralatan terutama di IPA yang perlu perbaikan dan peremajaan. Baik kendaraan operasional maupun peralatan untuk pengolahan air.
Untuk melakukan kebijakan ini tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Salah satu sumber dana yang bisa kita dapat adalah menagih tunggakan.“Kondisi keuangan PDAM saat ini sangat terbatas. Oleh sebab itu, penagihan tunggakan jadi salah satu solusinya. Dalam menyelesaikan tunggakan ini kita akan upayakan secara persuasif lebih dulu,” cetus mantan Direktur Perusda Purwa Aksara itu.Sementara itu, beberapa pelanggan PDAM yang dimintai komentarnya menyatakan, mereka sengaja menunggak pembayaran karena beberapa alasan. Antara lain, kualitas air yang didapat masih belum memadai. Selain itu, distribusi air juga sering tidak lancar.“Karena alasan inilah saya terkadang malas bayar rekening air. Kita harapkan, PDAM nantinya juga berupaya untuk meningkatkan kualitas biar pelanggan tidak enggan bayar tagihan,” ujar Lisgianti, warga Kelurahan Purwodadi.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler