Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satu guru, Efendi, mengatakan,  lima pria itu mengaku berasal dari desa setempat. Mereka mendatangi MA YPI sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu, kegiatan belajar sedang berlangsung. Sontak, kehadiran mereka menggaggu proses belajar.

“Tidak tahu kenapa. Tiba-tiba digempur masyarakat. Sepertinya masyarakat sekitar. Lumayan mengganggu proses belajar. Tapi belajar tetap berlangsung,” kata Efendi dihubungi MuriaNewsCom.

Dia mengaku tidak tahu menahu duduk perkara sebenarnya. Tiba-tiba saja, saat baru masuk kelas, lima pria datang ke sekolah. Kelimanya membawa alat martil. Tanpa basa basi lama, kelima orang itu langsung menyerang pagar sekolah terlebih dulu.

Pagar tembok itu diketahui memiliki panjang sekitar 80 meter. Akibat tembok diserang warga, sekitar 30 meter pagar sudah rusak. Tinggi pagar itu sekitar 2 meter. Sejak pagi hari sampai siang pukul 12.00 WIB, warga tersebut merusak pagar.“Mungkin saat ini sedang istirahat. Mereka menghentikan aksi bongkar pagar sekolah. Tidak tahu apakah akan dilanjut atau tidak,” tandasnya.Selama proses penyerangan tembok berlangsung, tidak satupun guru yang menghalau atau menegur. “Enggak ada yang menghalangi. Guru dan pihak sekolah fokus mengajar di kelas,” ujarnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler