Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itulah sedikit gambaran suasana pelatihan yang diberikan pada guru TK tersebut. Materi pelatihan berupa seni melipat kertas atau lazim disebut Origami. Jumlah pesertanya ada 95 orang. Pelatihan itu diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Pengurus TK Indonesia Kabupaten Grobogan.

"Saya mengapresiasi diadakannya pelatihan Origami buat guru TK. Soalnya, banyak sekali manfaat dari Origami ini," kata Suyadi, Pegawai Dinas Pendidikan Kota Semarang yang jadi narasumber pelatihan tersebut.

Menurutnya, Origami bisa dikerjakan dengan mudah dan murah. Dengan bahan kertas, berbagai macam bentuk benda bisa dibuat lewat Origami.

Di samping mudah dan murah, banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengerjakan Origami. Antara lain, melatih kesabaran dan ketelitian. "Origami ini bermanfaat dalam pengembangan fisik dan motorik. Jadi, seni melipat ini sederhana tetapi istimewa," katanya.
Suyadi mengatakan, di luar negeri, Origami tidak hanya dikerjakan oleh anak TK saja. Tetapi juga dilakukan oleh sisa di semua tingkatan sekolah. "Kalau di sini malah kebalikannya. Saya berharap dari pelatihan ini nanti bisa digelar sebuah pameran Origami di Grobogan," sambungnya.Beberapa peserta pelatihan mengaku cukup senang dengan adanya pelatihan Origami tersebut. Setelah kegiatan itu, mereka nantinya punya kewajiban untuk menularkan ilmu yang didapat pada guru TK di wilayah kecamatannya."Dari tiap kecamatan hanya dikirimkan beberapa perwakilan saja untuk mengikuti pelatihan ini. Makanya, selain pada siswa, kami juga akan mengajarkan Origami pada rekan sejawat yang tidak ikut pelatihan. Terus terang, kami sangat senang mendapatkan pelatihan positif seperti ini," ungkap Sri Wahyuning, guru TK Trisula Kecamatan Geyer.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler