Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini terlihat dengan adanya pelatihan dan sertifikasi keterampilan konstruksi yang diberikan kepada para mandor dan tukang batu dari berbagai desa. Mereka ini, adalah pekerja yang jadi bagian Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pembangunan desa.

Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto menyatakan, jumlah peserta pelatihan dan sertifikasi ada 70 orang. Pelaksanaan kegiatan yang dilangsungkan di ruang rapat Setda Grobogan itu sudah dilangsungkan sejak Selasa (22/11/2016) lalu.

“Pelatihan teori dan kunjungan lapangan dilakukan dari Selasa sampai Sabtu ini. Rencananya, Senin (28/11/2016) lusa, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi keterampilan konstruksi di Gedung Riptaloka. Bagi yang lulus ujian akan mendapatkan Sertifikat Keterampilan Konstruksi (SKTK),” jelasnya.

Siswanto menyatakan, dalam pelatihan itu pihaknya melibatkan beberapa pihak terkait. Antara lain, dari Lembaga Pengadaan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah dan Universitas Semarang (USM).
Pelaksanaan kegiatan itu semuanya dibiayai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu sebagai bentuk apresiasi dari kunjungan Direktur Bina Kompetensi dan Produktifitas Konstruksi Kementerian PUPR Masrianto di Grobogan bulan April lalu.Dalam kunjungan itu, Masrianto sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Grobogan dengan memberikan pelatihan sertifikasi keterampilan konstruksi bagi perangkat desa. Sebab, di Indonesia, baru di Grobogan yang melakukan kegiatan pelatihan sertifikasi bagi perangkat desa.“Pelatihan buat perangkat desa itu sudah kita secara bertahap sejak tahun 2014 lalu. Nah, dari upaya yang sudah kita lakukan itu, kita akhirnya mendapat bantuan untuk menyelenggarakan kegiatan bagi TPK desa,” imbuh Siswanto. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler