Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua GOW Grobogan Suryati Icek Baskoro mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan zaman, di sisi lain membawa dampak yang cukup memprihatinkan. Salah satunya, banyak orang yang sudah jarang mengenal empon-empon. Apalagi sampai mau menanam tanaman yang punya banyak khasiat bagi kesehatan itu.

“Melalui acara inilah kami mencoba menggugah kembali manfaat empon-empon, khususnya pada kalangan ibu-ibu. Kita berharap agar keberadaan empon-empon jangan sampai punah,” katanya, Senin (5/12/2016).

Lomba menghias dan merangkai empon-empon yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan itu diikuti berbagai organisasi kewanitaan. Dalam lomba ini, peserta diminta untuk menata tanaman menjadi sebuah formasi atau susunan yang menarik.

Dijelaskan, empon-empon merupakan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan. Hal ini seharusnya menjadikan masyarakat merasa bangga. Sebab, keanekaragaman hayati Indonesia terbesar nomor 2 di dunia, setelah Brazil. Saat ini, ada sekitar 7.000 tanaman yang berpotensi sebagai obat.
“Tanaman jenis empon-empon ini luar biasa banyaknya dan ini karunia yang harus kita syukuri dan dilestarikan. Seperti, jahe, temulawak, kencur dan banyak lagi yang lainnya,” jelas istri mantan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro itu.Selain menggelar lomba, sebelumnya juga digelar seminar pengenalan tanaman obat dengan narasumber dari Dinas Pertanian TPH Grobogan. Selain memberikan pemahaman tentang jenis dan manfaat, seminar itu juga bertujuan untuk menggugah minat peserta supaya mau menanam empon-empon di sekitar rumahnya. Baik di pekarangan kosong maupun media pot.“Tanaman obat ini mudah sekali tumbuh dan perawatannya juga murah. Oleh sebab itu, mari kita lestarikan keberadaan empon-empon yang punya khasiat alami dan tidak banyak menimbulkan efek samping,” imbuhnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler