Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hampir tiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, Supar yang berjualan menggunakan gerobak itu pasti ada di lingkungan Kantor Pemkab Grobogan. Tepatnya, di area parkiran depan koperasi karyawan Setda di belakang Kantor DPPKAD.

Biasanya, waktu jualannya menjelang jam istirahat atau makan siang. Sebelum dan sesudahnya, dia biasa jualan berkeliling. “Saya sudah jualan di sini hampir 30 tahun lamanya. Hampir tiap hari, saya mampir ke sini meski hanya sebentar. Kalau ada pesanan, kadang sudah habis di sini,” kata pria berusia 53 tahun itu.

Sejak pertama berjualan, Supar selalu ditemani istrinya Nyami. Biasanya, istrinya mengikuti dengan naik sepeda. Keberadaan istrinya itu diperlukan untuk mengantar pesanan lontong campur pada pelanggan. Khususnya, saat mengantar ke ruangan pegawai yang pesan lontong campurnya.

“Kalau jualan sendirian repot sekali. Kalau ada istri, kerjaan jadi lebih cepat,” kata bapak tiga anak yang tinggal di Dusun Ngrebo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi itu.
Supar mengaku, resep lontong campur yang dijualnya merupakan warisan kakeknya. Sebelum jualan sendiri, semasa muda dia sempat membantu kakeknya jualan lontong selama belasan tahun.“Bumbunya sama seperti lontong campur lainnya. Hanya saja, resep yang saya gunakan sama dengan yang dipakai simbah dulu. Saya gak mau mengganti resep karena takut dikomplain pelanggan,” cetus pria yang berhasil beli sawah seluas 1,5 bahu dari hasil jualan lontong campur tersebut.Beberapa pegawai disitu mengaku jadi pelanggan setia lontong campur itu selama bertahun-tahun. Selain murah, menu masakannya dinilai lezat. “Satu porsi lontong campur pakai telur dadar cuma Rp 8 ribu. Murah meriah dan enak. Saya biasa makan lontong ini sedikitnya seminggu sekali,” kata Cipto, salah satu pegawai Pemkab Grobogan. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler