Memasuki Musim Panen, Petani Kedelai di Grobogan Khawatirkan Kondisi Cuaca
Dani Agus
Selasa, 13 Desember 2016 21:00:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Padahal, saat ini, sebagian petani kedelai sedang memasuki masa panen. Dengan kondisi cuaca yang seperti ini dipastikan bisa membawa dampak bagi para petani.
“Kalau tidak ada panas matahari maka kadelai yang habis dipanen sulit kering. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas kedelai. Kalau kualitasnya kurang bagus maka harganya pasti turun,” kata Maryoto, petani kedelai di Kecamatan Pulokulon.
Panas matahari memang sangat diperlukan petani pascapanen. Sebab, setelah dipetik dari sawah, hasil panen kedelai butuh dijemur dulu hingga kering. Setelah kering betul, maka biji kedelai bisa lebih mudah dikeluarkan dari kulitnya atau dipipil. Baik dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemipil.
Jika kondisi cuaca kurang panas maka kulit kedelai sulit kering. Kondisi ini terkadang bisa menyebabkan biji kedelai tidak bisa berwarna jernih karena muncul bintik-bintik hitam.
Dari pantauan di lapangan, saat ini, sebagian petani kedelai sudah ada yang melangsungkan panen. Seperti di wilayah Kecamatan Pulokulon, dan Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



