Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu terjadi, karena kedatangannya ke desa kelahiran Sri Sumarni itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang dinilai istimewa. Yakni, meresmikan jembatan gantung yang berlokasi di Dusun Pesantren, Desa Karangsari.

Jembatan gantung ini menghubungkan dua wilayah kecamatan. Yakni, Desa Karangsari, Kecamatan Brati dan Desa Putat, Kecamatan Purwodadi.

“Saya merasa gembira sekali bisa datang ke desa kelahiran untuk meresmikan jembatan gantung diatas sungai Lusi ini. Semoga, adanya jembatan gantung ini mendatangkan manfaat buat masyarakat,” katanya.

Selain bupati, acara peresmian juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Grobogan Anang Prasetyo dan Wakil Ketua Komisi C HM Misbah. Hadir pula, Asisten II Dasuki dan sejumlah pejabat terkait serta jajaran Muspika Brati dan Purwodadi.

Sri beserta rombongan datang ke lokasi peresmian dari Desa Putat. Selanjutnya, rombongan berjalan kaki melintasi jembatan menuju lokasi peresmian di sisi utara yang masuk wilayah Desa Karangsari.
Saat menyeberangi jembatan, Sri Sumarni dan rombongan diarak grup reog dari Desa Karangsari. Acara peresmian juga dimeriahkan hiburan grup rebana dari Kodam IV Diponegoro.Kepala Desa Karangsari Suhartini menyatakan, pembangunan jembatan itu dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai tahun 2015 dengan anggaran Rp 1 miliar dari bantuan Pemprov Jateng. Dana ini antara lain digunakan untuk pembangunan fondasi dan tiang pancang.Pada tahun ini, dilanjutkan pembangunan tahap kedua dengan dana sekitar Rp 1,5 miliar dari APBD Grobogan. Dana ini digunakan untuk pembuatan landasan dan pemasangan tali penahan.“Jadi, total pembangunan jembatan ini menelan dana sekitar Rp 2,5 miliar. Selain itu, dialokasikan juga dana untuk pengecoran jalan menuju jembatan sepanjang 210 meter. Kami atas nama masyarakat Desa Karangsari mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah sehingga pembangunan jembatan ini bisa terealisasi,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler