Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini berdasarkan observasi yang dilakukan tim dokter RSUD Purwodadi yang menangani tersangka setelah melakukan kasus pembunuhan tersebut.

“Kita sudah mendapat penegasan secara lesan dari tim dokter jika Umi Nurhidayah positif terkena gangguan kejiwaaan,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono, Rabu (21/12/2016).

Eko menjelaskan, karena sudah ada penegasan dari tim dokter maka penyidik tidak bisa melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut. Lantaran mengalami gangguan jiwa maka tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya atas dugaan pembunuhan terhadap anak kandung sendiri.

Dengan adanya penegasan tersebut, lanjut Eko, proses lebih lanjut akan dilakukan setelah ada keterangan tertulis dari pihak RSUD sebagai dasar hukum. Setelah ada rekomendasi itu, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasusnya akan dihentikan penyidikannya atau tidak.

“Penegasan lesan sudah, namun keterangan resmi secara tertulis dari pihak RSUD belum kita dapat. Rencananya dalam waktu dekat akan disampaikan pada kita. Sebelum ada surat tertulis yang dipakai sebagai dasar hukum, kita tidak bisa mengambil langkah lebih lanjut. Saat ini tersangka masih dirawat di RSUD Purwodadi” jelasnya.
  Baca juga : Sadis, Bocah 4 Tahun di Grobogan Digorok Ibu KandungnyaSeperti diberitakan, peristiwa pembunuhan yang menghebohkan itu tejadi Minggu (4/12/2016) terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan Sukimin, ayah kandungnya yang baru pulang dari sawah dalam kondisi penuh darah di dekat kamar mandi. Di bagian leher bocah itu terdapat luka sayatan benda tajam selebar 10 cm.Sebelum kejadian, kondisi rumah tersebut dalam keadaan sepi karena Sukimin dan istrinya Umi pergi ke sawah. Demikian pula dengan dua anaknya Fais (8) dan Muhammad Azka (4) yang juga ikut ke sawah bersama kedua orang tuanya.Namun, tidak lama kemudian, Umi dan Azka pulang duluan. Ceritanya, Umi pamit pulang karena mau memandikan Azka. Tidak lama setelah keduanya pulang, Sukimin dan anak pertamanya menyusul. Namun, ketika sampai di rumah Sukimin mendapati tubuh anak keduanya sudah berlumuran darah. Indikasinya, darah tersebut keluar dari luka di leher itu akibat sayatan pisau dapur.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler