Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Selasa kemarin saya kebetulan sempat memantau langsung ke lokasi pekerjaan. Melihat kondisinya, saya memang tidak yakin kalau proyek ini bisa selesai tepat waktu,” tegas Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, dari pengamatan yang dilakukan di lapangan masih banyak pekerjaan belum diselesaikan pihak rekanan. Dengan batas waktu pengerjaan yang berakhir Kamis (22/12/2016) besok, sangat kecil bisa merampungnya semua pekerjaan tersisa.

“Sesuai kontrak, pekerjaan harus selesai 22 Desember. Dengan sisa waktu yang tinggal sehari besok, kayaknya mustahil bisa selesai,” cetusnya.

Bowo menegaskan, sejak beberapa waktu lalu, dia memang sudah pesimistis jika proyek senilai Rp 10,3 miliar bisa rampung tepat waktu. Alasannya, ada beberapa faktor.

Antara lain, tenaga kerja yang dipakai dinilai kurang banyak dibandingkan dengan volume pekerjaan yang luas. Kemudian, peralatan pendukungnya juga sangat minim, misalnya mesin molen untuk mengaduk bahan material.

Faktor lainnya, manajemen rekanan dinilai kurang profesionalnya. Yakni, untuk mengatur ritme kerja untuk mencapai target pekerjaan yang sudah ditentukan.

“Kalau rekanan profesional ritme kerja bisa diatur dengan baik. Seandainya target pekerjaan belum tercapai maka ada upaya yang dilakukan. Misalnya, tambah tenaga kerjanya atau ada jam lembur,” kata Ketua DPC PKB Grobogan itu.Satu hal lagi yang menjadikan proyek itu tidak bisa berjalan cepat adalah soal cuaca. Yakni, banyaknya curah hujan pada siang hari pada beberapa waktu terakhir. Namun, soal cuaca dinilai bukan jadi faktor utama yang mengganggu aktivitas pekerjaan.Sikap pesimistis terhadap penyelesaian proyek alun-alun tepat waktu juga dilontarkan Ketua Komisi B Budi Susilo. Wakil rakyat dari Partai Golkar itu juga memprediksi kalau proyek alun-alun tidak bakal rampung sesuai batas waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja.“Memang masih ada waktu pengerjaan sampai besok sore. Tapi, dengan melihat kondisi riil kayaknya berat untuk bisa merampungkan sisa pekerjaan hanya dalam waktu sehari. Untuk pastinya kita lihat saja besok, rampung apa tidak,” ungkapnya.Terkait kondisi itu, Budi meminta agar dinas terkait yang mengelola anggaran untuk mempersiapkan langkah sesuai ketentuan jika proyek itu benar-benar tidak bisa rampung sesuai batas akhirnya. Misalnya, menjatuhkan sangsi denda keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.“Untuk kasus proyek yang terlambat diselesaikan sudah pasti ada aturannya. Nah, saya minta dinas terkait menerapkan sesuai ketentuan saja,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler