Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Grobogan - Banyaknya masukan masyarakat terkait pelestarian sumber mata air Sendang Coyo mendapat respons positif dari pemilik kawasan, yakni Perum Perhutani KPH Gundih. Sebab, keberadaan mata air di petak 21 E, BKPH Panunggalan, RPH Coyo itu memang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

“Keberadaan mata air di kawasan hutan itu harus kita pertahankan. Makanya, upaya pelestarian sumber mata air juga sudah mulai kita lakukan,” kata Wakil Administratur/ KSKPH Kradenan Eko Teguh Prasetyo.

Menurutnya, upaya dari KPH Gundih yang sudah dilakukan selama ini antara lain menetapkan sekitar kawasan Sendang Coyo sebagai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Penepatan KPS ini fungsi utamanya untuk memberikan perlindungan pada lokasi sempadan mata air, sempadan sungai, sempadan danau, waduk, dengan maksud melindungi dan mempertahankan keberadaan mata air serta ekosistem yang hidup di dalamnya.

Pengelolaan KPS ini dilakukan dengan pengkayaan tanaman jenis rimba lokal pada sekitar mata air Sendang Coyo agar fungsi hidrologi dapat optimal. Kemudian, ada pula sosialisasi dan pemasangan plang larangan pencegahan kebakaran maupun penggarapan liar.

“Di samping itu, pengamanan patroli rutin juga lebih diintensifkan karena di kawasan KPS didominasi tanaman yang sudah besar dan berumur tua. Total luasan KPS di Coyo sekitar 5,8 hektare. Tanaman di areal KPS ini umurnya di atas 50 tahun dan jenisnya ada Mahoni, Kepoh, nyamplung, salam, serta Rimba campur,” jelasnya.

Perhutani ke depan, lanjut Eko, tetap berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber mata air Sendang Coyo melalui kegiatan reboisasi. Penghijauan ini tidak hanya melalui pengkayaan tanaman dalam KPS saja tetapi juga pada areal hutan di sekitar. “Fokus kita memang baru pada upaya menjaga kelestarian sumber mata air dengan reboisasi di sekitar hutan. Upaya ini memang kita prioritaskan guna menjaga sumber mata air tetap mengalir terus. Untuk upaya lain, seperti penyiapan sarana dan prasarana pendukung di sekitar sendang jadi skala prioritas berikutnya,” sambung Eko.Sumber mata air di Sendang Coyo itu dinilai sangat potensial. Di mana, debit yang keluar dari mata air itu volumenya berkisar 50 liter per detik. Dengan kapasitas sebanyak ini, mata air itu mampu memenuhi kebutuhan masyrakat di sekitarnya selama ratusan tahun.Eko menyatakan, hingga saat ini, sumber mata air dimanfaatkan bagi beberapa pihak selain perorangan. Seperti untuk sumber air baku PDAM atau Pamsimas setempat serta pengairan areal sawah.“Siapa saja boleh memanfaatkan mata air yang ada di sana. Bagi yang mengambil air di situ, dari perhutani hanya mengimbau supaya mereka ikut menjaga ekosistem dan keberlangsungan tegakan yang tumbuh di sekitar Sendang Coyo,” pungkasnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler