Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lokasi siphon didasar sungai Lusi yang patah itu berada di Dusun Klaten, Desa/Kecamatan Ngaringan. Bangunan semacam gorong-gorong ini merupakan saluran distribusi air dari Bendung Dumpil bagian kiri.

Informasi yang didapat menyebutkan, patahnya siphon diperkirakan terjadi Rabu (21/12/2016) malam. Kerusakan itu sebelumnya disebabkan longsornya tanggul yang ada di atas siphon.

Kemungkinan besar, patahnya konstruksi itu terjadi karena volume tanah yang lonsor terlalu banyak. Hal ini menjadikan konstruksi siphon tidak kuat menahan beban sehingga patah.

Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono mengatakan, siphon itu digunakan untuk mengalirkan pasokan air dari Bendung Dumpil ke areal sawah di Kecamatan Ngaringan dan Pulokulon. Akibat patahnya siphon maka pasokan air untuk areal pertanian jadi terhambat.

“Areal sawah di sana masih tadah hujan dan selama ini mengandalkan pasokan air dari Bendung Dumpil. Kalau tidak ada hujan maka kondisi sawah bisa kekurangan air karena kerusakan pada siphon tadi. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena saat ini petani sedang masa tanam padi,” katanya pada wartawan.Dijelaskan, area tanaman padi yang dialiri siphon tersebut cukup luas karena menjangkau beberapa kecamatan. Diperkirakan, areal yang dialiri air Bendung Dumpil lewat siphon itu 2.066 Ha.Subiyono menambahkan, kewenangan perbaikan bendung ada pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pihaknya mengaku telah menghubungi BBWS untuk segera menyiapkan langkah perbaikan.“Teman-teman dari BBWS sejak kemarin sudah di lokasi untuk memetakan rencana perbaikan. Kami berharap patahnya siphon segera ditangani karena petani sedang butuh air,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler