Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lokasi angkringan ini berada di depan kantor Kwarcab Grobogan, sebelah utara Alun-alun Purwodadi. Pemiliknya bernama Eko Maryanto tetapi para pelanggan lebih mengenalnya dengan panggilan Pak Jenggot.

Angkringan Pak Jenggot ini sebenarnya sudah ada cukup lama di situ. Kir-kira sudah hampir 5 tahunan. Namun keberadaan perpustakaan mini baru ada sejak beberapa hari lalu. Jumlah bukunya juga lumayan banyak dan terdiri dari berbagai judul. Koleksi buku ini ditaruh dalam kotak kardus yang diletakkan di sela-sela dagangan.“Koleksi bukunya belum banyak kok. Baru sekitar 140 buku saja,” cetus Eko.

Angkringan ini hampir selalu buka tiap hari. Jam jualannya mulai pukul 17.00 WIB hingga lewat dini hari. Angkringan yang punya menu andalan kopi lelet ini sudah punya banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Namun, sebagian besar pelanggannya adalah anak muda.

Selain itu, pelanggan tetapnya adalah para anggota Pramuka Kwarcab Grobogan. Para anggota pramuka hampir semua mengenal pemilik angkringan ini. Sebab, sehari-harinya, Eko juga bertugas jadi penjaga sekaligus bagian bersih-bersih Kantor Kwarcab.“Kantor Kwarcab Grobogan ini boleh dibilang rumah kedua saya. Kebetulan, istri saya juga jadi pengurus Kwarcab,” kata bapak dua anak itu.

Disinggung soal ide menyediakan perpustakaan mini, Eko menyatakan, gagasan itu muncul begitu saja. Yakni, diawali ketika kebetulan sedang ada banyak pembeli yang datang dalam waktu bersamaan.

Karena tenaga terbatas, para pembeli terpaksa harus antre cukup lama untuk menunggu pesanan. Khususnya minuman hangat karena butuh waktu untuk mempersiapkan.

“Dari sinilah akhirnya muncul ide untuk menyediakan buku bacaan saja. Dengan adanya buku, pelanggan bisa menunggu pesanan datang sambil baca-baca dulu,” kata pria yang tinggal di kampung Brambangan di sebelah timur alun-alun itu.Ide yang dimiliki kemudian sempat dilontarkan pada beberapa pelanggan setia. Kebetulan, ide itu mendapat respon positif. Bahkan, sebagian di antaranya malah bersedia menyumbangkan buku untuk menambah koleksi.“Jadi buku-bukunya ini berasal dari berbagai pihak yang peduli dengan budaya baca. Kalau buku dari saya pribadi jumlahnya tidak banyak. Saya mengucapkan terima kasih atas apresisasi dari teman-teman yang mendukung hadirnya perpustakaan mini ini,” kata pria berusia 35 tahun yang punya hobi membaca itu.Beberapa pelanggan ketika dimintai komentarnya menyatakan salut atas inovasi yang dilakukan Pak Jenggot itu. Dengan adanya koleksi buku, di sisi lain ikut menyukseskan gerakan gemar membaca yang dicanangkan pemerintah.Selain itu, keberadaan perpustakaan mini secara tidak langsung juga mendukung kerja Kabupaten Grobogan yang belum lama ini ditetapkan jadi kabupaten literasi.“Meski koleksi bukunya masih terbatas, namun inovasi Pak Jenggot patut mendapat apresisasi. Mudah-mudahan dengan hadirnya perpustakaan ini bisa membangkitkan lagi minat baca pada masyarakat,” cetus Yogi, salah seorang pelanggan setia angkringan itu.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler