Tertimpa Bambu yang Ditebang, Warga Tambirejo Grobogan Tewas Kecebur Sungai
Dani Agus
Selasa, 10 Januari 2017 21:00:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Grobogan - Nasib nahas menimpa Pomo, warga Dusun Jetis, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Pria berusia 60 tahun itu, ditemukan tewas di Sungai Glugu, Selasa (10/1/2017), sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui tengah menebang beberapa pohon bambu di pinggiran sungai. Namun hingga selepas zuhur, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Beberapa anggota keluarganya kemudian mencoba menengok ke lokasi korban menebang bambu. Ketika sampai lokasi, korban tidak ditemukan.
Di sekitar lokasi, terlihat ada gergaji, bendho serta topi yang tergeletak di atas tanah. Juga terlihat ada beberapa batang bambu yang sudah ditebang.
Melihat kondisi ini, beberapa warga kemudian berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri pinggiran sungai. Namun, keberadaan korban tidak juga ditemukan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ILUSTRASI[/caption]
MuriaNewsCom, Grobogan - Nasib nahas menimpa Pomo, warga Dusun Jetis, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Pria berusia 60 tahun itu, ditemukan tewas di Sungai Glugu, Selasa (10/1/2017), sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui tengah menebang beberapa pohon bambu di pinggiran sungai. Namun hingga selepas zuhur, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Beberapa anggota keluarganya kemudian mencoba menengok ke lokasi korban menebang bambu. Ketika sampai lokasi, korban tidak ditemukan.
Di sekitar lokasi, terlihat ada gergaji, bendho serta topi yang tergeletak di atas tanah. Juga terlihat ada beberapa batang bambu yang sudah ditebang.
Melihat kondisi ini, beberapa warga kemudian berupaya melakukan pencarian dengan menyusuri pinggiran sungai. Namun, keberadaan korban tidak juga ditemukan.
Akhirnya, warga yang mahir berenang mencoba mencari keberadaan korban ke dalam air. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil.
Korban berhasil ditemukan di dasar sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jarak penemuan korban dengan lokasi penebangan bambu sekitar 100 meter.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan warga pada pihak Polsek Toroh. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Puskesmas Toroh untuk diperiksa lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya, jenazahnya langsung diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Tidak ada tanda penganiayaan saat kita periksa. Korban diduga tertimpa pohon bambu yang ditebang hingga akhirnya terjatuh ke dalam sungai,” katanya.
Editor: Akrom Hazami