Pengendara di Jalur Gubug-Purwodadi Keluhkan Bau Sampah Tepi Jalan Raya
Dani Agus
Kamis, 12 Januari 2017 10:30:54
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Keluhan itu disampaikan lantaran sampah itu selalu mengeluarkan bau menyengat karena cukup lama tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Saat kena air hujan bau menyengat dari busukan sampah makin bertambah parah.
Meski sudah berlangsung lama, namun hingga kini keberadaan tempat pembuangan sampah itu belum kunjung di atasi. Warga berharap, sampah itu segera ditangani karena banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Selain bau, tumpukan sampah itu juga dipastikan jadi sumber penyakit karena letaknya tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk.
Di lokasi tersebut terdapat dua kontainer yang disediakan dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang kewenangannya berada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Grobogan. Namun, ketika dua kontainer sudah penuh dengan sampah, warga membuang sampah di tanah kosong yang ada di dekatnya.
Sementara itu, Camat Gubug Teguh Harjokusumo mengaku telah meminta dibuatkan tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Grobogan bagian barat kepada dinas terkait. Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya.
Teguh mengakui, keberadaan sampah yang menumpuk di tepi jalan tersebut menganggu pemandangan dan membuat pengendara yang melintas merasa kurang nyaman.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



