Video Conference dengan Menteri BUMN, Bupati Grobogan Curhat Minta Tambahan Alokasi Pupuk
Dani Agus
Kamis, 12 Januari 2017 18:12:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Permintaan tambahan alokasi itu dilakukan karena jatah pupuk bersubsidi khususnya jenis Urea sedikit turun. Pada tahun 2016, jatahnya sekitar 72 ribu ton. Tahun ini, alokasinya jadi sekitar 68 ribu ton.
“Kami berharap ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Dengan tambahan nanti, tidak akan terjadi kelangkaan pupuk. Soal ini, saya paham betul Bu Menteri karena lama bergelut dalam bidang pupuk,” katanya pada Rini yang dalam kesempatan itu ada di Magelang bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Pelaksanaan video conference dilakukan dalam rangka peluncuran dan penyaluran Kartu Tani se-Jawa Tengah secara serempak. Pusat acaranya dilakukan di Magelang. Tetapi, dalam waktu bersamaan, semua bupati atau wali kota juga diwajibkan menggelar acara serupa.
Saat video conference, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sempat menanyakan soal adanya keluhan kelangkaan pupuk di Grobogan.
“Tidak ada kelangkaan lagi di Grobogan. Kemarin memang sempat ada yang mengirimkan ke Twitter Pak Ganjar dan langsung kita tindaklanjuti. Sekarang ini sudah tidak ada masalah,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



