Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penilaian itu dilontarkan ketika dilakukan peragaan cara pemakaian Kartu Tani  untuk penebusan pupuk dalam acara launching dan penyaluran Kartu Tani  se-Jawa Tengah secara serempak di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (12/1/2017). Dalam peragaan itu terlihat ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam penggunaan Kartu Tani .

Diawali dengan menggesekkan kartu pada alat gesek elektronik. Setelah itu, pemegang kartu diminta memasukkan nomor PIN. Selanjutnya pada layar alat gesek muncul jatah pupuk yang dimiliki dan saldo pupuk tersisa. Kemudian, petani baru mimilih transaksi penebusan pupuk yang diinginkan.

“Wah, prosesnya cukup rumit kelihatannya. Bagi yang gaptek, tentu cukup menyulitkan ketika mau memakai Kartu Tani ,” kata beberapa orang yang hadir dalam acara tersebut.

Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha yang ikut memandu peragaan mengakui jika nantinya akan muncul kendala dalam pelaksanaan dilapangan. Salah satunya, bagi yang tidak paham dengan teknologi. Nantinya, kendala itu akan dicarikan solusinya.
“Dalam proses pembuatan Kartu Tani , banyak kita jumpai petani yang tidak bisa untuk membubuhkan tanda tangan. Ini, memang salah satu persoalan dan harus dicarikan jalan keluarnya.Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap agar petani yang buta huruf ataupun belum familiar dengan teknologi bisa menebus pupuk secara kolektif. Artinya, didampingi dengan pengurus kelompok tani.“Memang bagi sebagian petani cukup repot jika harus melakukan tahapan seperti itu. Kalau bisa ditebus kolektif tentu lebih baik. Jadi, ada yang mengoordinirnya,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler