Penggunaan Kartu Tani, Kata Petani Cukup Ribet di Grobogan
Dani Agus
Kamis, 12 Januari 2017 21:00:09
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Penilaian itu dilontarkan ketika dilakukan peragaan cara pemakaian Kartu Tani untuk penebusan pupuk dalam acara launching dan penyaluran Kartu Tani se-Jawa Tengah secara serempak di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (12/1/2017). Dalam peragaan itu terlihat ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam penggunaan Kartu Tani .
Diawali dengan menggesekkan kartu pada alat gesek elektronik. Setelah itu, pemegang kartu diminta memasukkan nomor PIN. Selanjutnya pada layar alat gesek muncul jatah pupuk yang dimiliki dan saldo pupuk tersisa. Kemudian, petani baru mimilih transaksi penebusan pupuk yang diinginkan.
“Wah, prosesnya cukup rumit kelihatannya. Bagi yang gaptek, tentu cukup menyulitkan ketika mau memakai Kartu Tani ,” kata beberapa orang yang hadir dalam acara tersebut.
Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha yang ikut memandu peragaan mengakui jika nantinya akan muncul kendala dalam pelaksanaan dilapangan. Salah satunya, bagi yang tidak paham dengan teknologi. Nantinya, kendala itu akan dicarikan solusinya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



