Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain memberikan dukungan moral, alokasi anggaran juga disalurkan untuk mendukung upaya melestarikan kesenian tradisional tersebut.

Pada tahun 2016 dan 2017 ini, pihak desa juga mengalokasikan dana bantuan senilai Rp 5 juta untuk bantuan pengembangan seni tradisional. Dana ini dialokasikan dari APBDes Karangpaing.

“Kami sangat mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional dibawah bimbingan Pak Sumardi. Pihak desa memberikan dukungan dengan memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta. Nilainya memang masih sangat kecil karena dana juga dialokasikan untuk keperluan masyarakat lainnya. Ke depan, kami secara bertahap akan meningkatkan besarnya bantuan untuk pelestarian kesenian tradisional karena ini kegiatan positif,” ungkap Sekretaris Desa Karangpaing Soeparno.

Dalam RPJMDes Karangpaing terdapat aspirasi dari masyarakat untuk membeli seperangkat alat karawitan. Adanya perangkat ini diyakini bakal lebih menarik minat anak-anak. Dengan demikian, bentuk kesenian yang dilestarikan semakin beragam, tidak sebatas tari tradisional saja.

“Rencana ke depan memang saya tidak hanya fokus pada tarian saja. Tetapi ada juga latihan karawitan, teater, dan pranotocoro (pembawa acara). Bertahap dulu, sementara konsentrasi ke tari,” kata Sumardi.
Sumardi merespons positif dukungan dari Pemdes Karangpaing terhadap upaya pelestarian kesenian tradisional tersebut. Dengan bantuan dana maka anak-anak Desa Karangpaing tidak dipungut biaya ketika mengikuti latihan.“Dukungan dari desa untuk pengembangan kesenian saya rasa sangat bagus. Tiap latihan Minggu pagi, hampir selalu ada perangkat yang ikut menyaksikan anak-anak berlatih. Termasuk Pak Kades juga sering kesini liat latihan,” katanya.Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto saat dimintai tanggapannya mengaku bangga dengan upaya yang dilakukan Sumardi untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut. Harapannya, upaya itu bisa ditiru seniman lainnya. Sehingga nantinya banyak muncul sanggar-sanggar lain di berbagai desa di Grobogan. “Saya salut dengan upaya Mas Mardi. Semoga nantinya banyak seniman lain yang mengikuti jejaknya,” katanya.Menurutnya, sosok Sumardi dalam urusan kesenian memang sudah tidak diragukan. Bahkan, selama ini, Sumardi sering ditunjuk jadi duta Grobogan dalam pentas kesenian di Taman Mini Indonesia Indah.“Saya kenal baik dengan Mas Mardi. Keluarganya merupakan seniman semua. Istri dan tiga anaknya juga seniman,” imbuhnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler