Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam pengumuman tertulis, berdasarkan surat dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta Nomor 16/UN27.21.2.6/II/2017, ada dua nama yang dinyatakan lolos dan direkomendasikan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya. Kedua nama itu adalah Myra Heltyani dan Nur Cholis.

Dalam tes asesmen yang dilangsungkan 25-26 Januari di Surakarta ada empat peserta yang ikut. Dua nama lainnya adalah Dodiet Dwi Wahyono dan Nurtanggono Pamungkas.

Munculnya dua nama calon Direktur Purwa Aksara yang dinyatakan lolos tes asesmen ini cukup mengejutkan. Pasalnya, baik Myra Heltyani dan Nur Cholis sebelumnya sempat gagal saat menjalani tes asesmen ketika ikut seleksi calon Direktur PDAM Grobogan, beberapa waktu lalu.

Saat tes asemen calon Direktur PDAM, pelaksanaannya diserahkan pada Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Sedangkan pada tes asesmen calon Direktur Purwa Aksara dipercayakan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta. “Meski pernah tidak lolos seleksi asesmen lalu namun keduanya tetap bisa mengikuti seleksi kali ini. Soalnya, Perusdanya beda. Dulu PDAM, sekarang Purwa Aksara,” jelas Dasuki.
Menurutnya, dalam proses rekrutmen Direktur Perusda, pihaknya sengaja melibatkan pihak ketiga. Yakni, dari kalangan perguruan tinggi. Hal ini untuk menjamin proses rekrutmen dilakukan profesional dan transparan. “Proses uji kompetensi atau asesmen itu tidak mudah dan tidak ada rekayasa dalam pelaksanaannya,” tegas mantan Camat Purwodadi itu.Dasuki menambahkan, setelah pengumuman hasil tes asesmen, ada dua tahapan lagi yang harus dilakukan. Yakni, wawancara calon yang dinyatakan lolos tes asesmen dengan bupati yang dijadwalkan pada tanggal 3-8 Februari. “Tahapan wawancara waktunya menyesuaikan agenda bupati. Tapi kisarannya antara tanggal 3-8 Februari. Setelah wawancara baru kita umumkan calon direktur terpilihnya,” imbuhnya.  Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler