Bahaya, Petani Terjang Banjir Demi Padi di Godong Grobogan
Dani Agus
Senin, 6 Februari 2017 18:00:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ironisnya, tanaman padi yang terendam tersebut sebagian besar sudah memasuki masa panen. Akibat bencana ini, para petani terancam tidak bisa memetik tanamannya. “Musim panen sebenarnya tinggal menunggu hitungan hari saja. Soalnya, tanaman sudah hampir seluruhnya menguning. Saya sebenarnya sudah merencanakan untuk memetik padi pekan depan,” kata Masruri, salah seorang petani di Desa Klampok, Senin (6/2/2017).
Dari pantauan di lapangan, lokasi sawah yang terendam air berada di sebelah selatan Bendung Klambu. Tepatnya, di sebelah barat dan timur jaringan irigasi primer. Dilihat dari sepanjang jalan inspeksi jaringan irigasi, areal sawah tampak seperti lautan. Praktis tidak ada tanaman di areal sawah yang terlihat karena terendam air. Areal sawah yang terendam ini diperkirakan mencapai puluhan hektar.
Salah seorang petani ada yang nekat menyusuri areal sawah. Tujuannya, untuk memetik sebagian tanaman padi yang belum sempat terendam air. Dari kejauhan petani yang ternyata seorang perempuan ini terlihat cukup kesulitan untuk menyusuri jalan di areal sawah yang terendam air. Dibantu sebatang tongkat, petani ini sangat hati-hati mencari jalan yang bisa dilalui dengan aman. Sebuah karung berisi padi yang digendong di punggungnya membuat petani ini terlihat cukup kelelahan saat berjalan menembus air setinggi pinggang tersebut.
“Sawah saya cukup jauh d iujung utara sana. Jaraknya dari sini sekitar 1 kilometer,” ujar petani yang mengaku bernama Narti, ketika sudah berhasil menyebrang hingga berada di tepi saluran irigasi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



