Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kondisi rumah yang akan direhab membuat kami merasa terenyuh. Kami merasa bersyukur bisa dilibatkan dalam aksi sosial ini. Dalam aksi sosial ini ada 18 anggota yang kita kerahkan,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno yang ikut terjun langsung dalam kegiatan bedah rumah tersebut.

Menurut Agus, kondisi rumah yang ditempati nenek 60 tahun itu memang dinilai tidak layak huni. Rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 5 x 5 meter itu hampir seluruhnya terbuat dari bahan bambu. Mulai dari tiang, pasak, reng, dan dindingnya. Itupun kondisinya sudah banyak yang rapuh lantaran dimakan usia. Lantainya juga masih berupa tanah dan di beberapa bagian tampak lembek karena genting di atasnya bocor.

Rumah warga tidak mampu ini berada di pinggiran kampung dekat dengan lapangan voli. Di belakangnya ada tower listrik saluran udara tegangan tinggi (Sutet).“Rumah lama dibongkar total. Kemudian, akan didirikan rumah baru dengan bahan dari kayu biar lebih awet. Kegiatan sosial ini, juga dibantu warga sekitar dan tenaga tukang,” jelasnya.

Mengenai biaya untuk bedah rumah, Agus menyatakan tidak tahu pasti. Sebelumnya, ia dihubungi koleganya supaya menyiapkan personel pramuka untuk kegiatan bedah rumah. “Informasinya, dana bedah rumah berasal dari berbagai donatur yang peduli dengan warga kurang mampu,” sambungnya.Proses bedah rumah rencananya akan berlangsung beberapa hari. Selama di rehab, pemilik rumah akan tinggal sementara di rumah tetangganya. Sebelumnya, Maryam tinggal berdua dengan anak perempuannya. Namun, beberapa waktu lalu, anaknya yang bernama Mami meninggal dunia lantaran sakit. “Saya hanya bisa mengucapkan matur nuwun. Semoga Gusti Allah membalas amal baik mereka yang sudah membantu memperbaiki rumah,” ungkap Maryam dalam Bahasa Jawa.Selain pemilik rumah, ungkapan terima kasih juga disampaikan Kepala Desa Nambuhan Suhadi. Menurutnya, warganya tersebut selama ini tergolong kurang mampu dan bekerja sebisanya membantu tetangga. “Saat ini, Mbah Maryam tinggal sendirian. Anaknya yang lain merantau ke luar kota. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari berbagai pihak dalam kegiatan bedah rumah tersebut,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler