Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Termasuk dalam jabatan camat. Hal itu, disampaikan ketika menghadiri serah terima jabatan enam camat dan ketua tim Penggerak PKK yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Senin (13/2/2017).

Sri menyatakan, beberapa hari lalu, ada enam camat yang dirotasi dari tempatnya semula. Yakni, Camat Gubug Teguh Harjokusumo yang pindah ke Kecamatan Ngaringan, Camat Godong Mundakar geser ke Tawangharjo, Camat Toroh Sudarmoyo ke Pulokulon, Camat Tawangharjo Indartiningsih ke Toroh, Camat Pulokulon Ahmad Basuki Mulyono ke Gubug, dan Camat Ngaringan Bambang Hariyono pindah ke Godong.

Terkait dengan rotasi camat bupati menepis adanya tudingan telah melakukan diskriminasi pada alumni IPDA atau APDN. Sebab, ia tidak pernah melihat dari alumni mana dalam menempatkan pejabat.

“Kebetulan sebagian besar yang mengalami rotasi kali ini adalah Camat dari latar belakang pendidikan APDN/IPDN. Tetapi, bukan berarti saya melakukan diskriminasi. Alumni dari manapun saya perlakukan sama. Yang dilihat adalah kinerja dan kemampuannya,” tegasnya.Sri menegaskan, mutasi atau promosi pejabat merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka pembinaan kepegawaian dan penyegarah agar tidak jenuh.  Disamping itu juga bertujuan untuk motivasi agar pejabat itu terus berprestasi dan berinovasi dimanapun mereka ditempatkan bekerja.“Dalam kesempatan ini, saya juga akan menyampaikan bahwa di Tahun 2017 ini akan dilaksanakan kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan. Salah satu indikatornya adalah penilaian pelayanan publik melalui PATEN. Saya ingin citra pelayanan publik di Kecamatan semakin baik, cepat, mudah dan murah, bebas KKN dan pungutan liar,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler