Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Pencarian pipa bocor sudah kita lakukan dengan membongkar ruas jalan. Tetapi, hasilnya tidak ditemukan pipa yang bocor,” ungkap Direktur PDAM Bambang Pulunggono.

Dia menjelaskan, pembongkaran jalan itu dilakukan seiring adanya masukan terkait seringnya muncul genangan air di ujung timur jalan Gajah Mada tersebut. Semula genangan itu diperkirakan sisa air hujan. Namun ketika cuaca cerah, genangan air masih muncul.

Dari kondisi itu diperkirakan genangan air berasal dari pipa bocor. Hal itu juga diperkuat dengan data banyaknya angka kehilangan air yang dimiliki.
"Dari analisa ini kemudian kita sepakati untuk membongkar jalan untuk mencari titik kebocoran pipa. Perlu diketahui, pipa ini sudah dipasang sejak lama, sekitar tahun 1975 saat awal PDAM berdiri," katanya.

Terkait munculnya genangan air tersebut, beberapa orang menyatakan jika penyebabnya bukan dari pipa bocor. Tetapi dari saluran drainase di sepanjang jalan Gajah Mada yang mampet.

“Perkiraaan saya munculnya genangan dari air drainase di bawah trotoar yang tidak bisa mengalir lancar. Jadi, bukan dari pipa PDAM. Kalau pipanya bocor, volume airnya tidak akan sampai naik ke atas menggenangi jalan,” kata Indardi, warga setempat.

Munculnya genangan disebabkan air dari saluran drainase bisa jadi ada benarnya. Sebab, pada salah satu titik pembongkaran yang digali sedalam satu meter sempat muncul sumber air cukup deras.Air yang keluar ini diprediksi bukan dari pipa yang bocor tetapi dari salur drainase.Lantaran air yang keluar sangat banyak, terpaksa dibuang keluar dengan mesin sedot. Posisi keluarnya air ini masih jauh di atas pipa transmisi PDAM yang kedalamannya mencapai 2,5 meter.Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono menyatakan, setelah tidak ditemukan pipa bocor, ruas jalan yang dibongkar akan segera ditutup dan dilapisi aspal lagi. Pengembalian kondisi jalan yang dibongkar menjadi seperti semula menjadi tanggungan PDAM.“Setelah dibongkar ternyata tidak ada kebocoran pipa. Kemungkinan genangan air berasal dari saluran drainase yang tidak lancar. Nanti, saluran akan kita tangani karena jadi kewenangan dinas PUPR,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler