Temukan Fosil di Banjarejo Grobogan, Ini Cara Merawatnya Agar Tak Rusak
Dani Agus
Jumat, 17 Februari 2017 07:00:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Sukronedi, ada beberapa hal yang perlu disampaikan pada masyarakat terkait dengan banyaknya penemuan benda purbakala atau cagar budaya di Desa Banjarejo dalam beberapa tahun terakhir. Antara lain soal Undang-Undang No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Penyampaikan materi ini sangat penting agar masyarakat bisa paham dengan masalah tersebut.
Selanjutnya, masalah penyelamatan terhadap temuan yang terjadi juga disampaikan pada masyarakat. Utamanya, perihal pengangkatan fosil yang terpendam di dalam tanah. “Idealnya, kamilah yang melakukan pengangkatan, namun karena kondisi tertentu warga boleh melakukan pengangkatan fosil. Meski demikian, tata cara pengangkatan itu perlu kita berikan agar tidak terjadi kesalahan atau kerusakan,” kata Sukron.
Selain kehati-hatian, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengangkatan fosil. Misalnya, peralatan yang perlu disiapkan, dokumen foto posisi fosil sebelum diangkat dari berbagai sudut. Tidak kalah penting yang perlu dilakukan adalah mencatat data terkait pengangkatan fosil. Seperti, arah mata angin dari posisi fosil yang ditemukan, ukuran kedalaman tanah atau penggalian.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



