Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dijelaskan, dana sebesar itu, sebanyak 128,7 miliar bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Kemudian Rp 200 miliar dari dana pinjaman pihak ketiga, Rp 39,3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 67,3 bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jateng.

Dana untuk perbaikan infrastruktur tersebut, sebanyak Rp 385,3 miliar dialokasikan untuk pebaikan jalan. Kemudian, untuk normalisasi sungai dan perbaikan tanggul Rp 27,7 miliar. Selanjutnya, perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi Rp 20 miliar dan penataan kota Rp 2 miliar.

“Kita rencanakan dari dana itu digunakan untuk 363 paket pekerjaan. Paling banyak memang dialokasikan untuk perbaikan jalan. Sebab, masalah ini memang jadi skala prioritas mengingat banyak ruas jalan yang kondisinya rusak,” katanya.

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48 persen atau sekitar 427 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sepanjang 98 km.

“Kita targetkan, pada akhir tahun nanti ruas jalan yang rusak tinggal 40 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan itu.Perbaikan jalan di Grobogan memang membutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, wilayahnya sangat luas sehingga ruas jalan juga cukup panjang.Selain itu, perbaikan jalan harus dilakukan dengan konstruksi beton yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.“Kondisi tanah kita, angka CBR nya rendah sekali. Sehingga harus dilakukan konstruksi beton,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler