Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan tersebut.

“Demi keamanan, untuk sementara kendaraan berat (bermuatan) saya larang melintas. Ini, untuk menghindari agar jembatan tidak ambrol karena pilar yang terkikis air sangat parah kondisinya,” ungkap Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho.

Menurut Slamet, terkikisnya salah satu pilar jembatan diketahui Minggu (26/2/2017) pagi. Diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada dini harinya.

“Malam minggu kemarin memang turun hujan sangat deras sejak sore hingga jelang dini hari. Kondisi itu menjadikan sungainya penuh air dan alirannya sangat deras sekali,” jelasnya.

Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.Slamet menambahkan, jembatan tersebut merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda. Informasi yang didapatkan, terakhir ada perawatan jembatan sekitar tahun 1980.“Jadi, ini memang jembatan kuno dan sempat dirawat tahun 1980. Setelah itu belum ada perawatan lagi. Kami berharap kondisi jembatan yang rusak segera ditangani dinas terkait,” harapnya. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler