Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran tersebut berlangsung menjelang magrib, sekitar pukul 17.30 WIB. Kebakaran tersebut kali pertama diketahui dua tetangga terdekat, yakni Kasmin dan Warso.Saat itu, kedua orang yang sedang mengobrol di teras rumah melihat ada kepulan asap tebal. Selanjutnya, kedua orang itu bergegas menuju sumber asap. 

Ternyata asap diketahui berasal dari rumah bagian belakang milik Poniran yang dulunya dipakai kandang sapi. Keduanya kemudian berupaya sebisanya untuk menyiramkan air ke arah kobaran api. Setelah dibantu banyak warga, api akhirnya berhasil dipadamkan. Setelah api dijinakkan, terjadilah kehebohan. Pasalnya, saat memeriksa ke dalam gubug, warga mendapatkan ada sosok orang yang dalam posisi duduk di kursi dengan kondisi tubuh terbakar. 

Setelah diteliti, orang tersebut adalah Misran, ayah dari Poniran yang selama ini memang menempati bekas kandang sapi untuk tempat tinggalnya. Saat itu, kondisi korban diketahui sudah meninggal. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian.

"Saat warga memadamkan api tidak diketahui adanya korban di dalam gubug. Keberadaan korban baru diketahui setelah api padam. Korban meninggal dengan kondisi duduk di kursi," kata Kapolsek Wirosari AKP Zainuri.
Dijelaskan, saat kejadian Poniran dan istrinya tidak ada di rumah. Korban baru dua bulan di rumah anak semata wayangnya tersebut.  "Korban asli Cilacap dan pernah mengalami gangguan jiwa sejak 2004. Sebelum kesini, korban pernah dirawat di RSJ Cilacap," katanya.Berdasarkan pemeriksaan tim medis dan olah TKP, Zainuri memastikan tidak ada unsur penganiayaan dan percobaan bunuh diri dalam kejadian tersebut. Korban sebelumnya sempat membakar serbuk gergaji untuk menghangatkan badan dan kemudian tertidur lelap dikursi tanpa mengetahui kalau gubugnya terbakar."Setelah dibawa ke rumah sakit untuk divisum, jenazah korban kita serahkan pada keluarganya untuk dimakamkan," imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler