Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Proses eksploitasi perdana ditempatkan di salah satu sumur minyak tua peninggalan Belanda yang berada di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus. Eksploitasi minyak dari sumur tua dilakukan Purwa Aksara bekerjasama dengan PT Nureka dengan sistem bagi hasil.

Acara eksploitasi perdana juga dihadiri Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto dan Direktur PT Nureka Samsul Arifin. Terlihat pula, Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani dan para direktur perusda lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Menurut Samsul Arifin, jumlah sumur yang dapat izin ekploitasi totalnya ada 27 titik. Namun, pada tahun ini eksploitasi difokuskan pada lima sumur dulu.

Selanjutnya, pada tahun berikutnya esploitasi akan dilakukan bertahap pada 27 sumur. Minyak yang telah dihasilkan nantinya akan ditampung dan diolah menjadi premium atau solar di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung Pertamina EP Field Cepu.

“Jangka waktu perizinan eksploitasi ini selama lima tahun dan dapat diperpanjang lima tahun lagi. Meski harga minyak saat ini belum stabil namun kami optimis bisa berhasil dari usaha ini,” terangnya pada wartawan.

Kerja sama eksploitasi dengan Purwa Aksara tersebut dilakukan dengan skema bagi hasil. Yakni 90 persen untuk PT Nureka dan 10 persen untuk Purwa Aksara.Sementara itu, Agus Amperianto memuji keberanian Purwa Aksara dan investor PT Nureka untuk memulai eksploitasi di tengah harga minyak yang belum stabil. Menurut Agus, harga minyak dunia saat ini berada pada kisaran 50-55 USD Dollar. Sedangkan harga minyak ideal ada pada kisaran 60-70 USD Dollar.“Dari pengalaman pengelolaan sumur minyak tua selama ini, para investor biasanya akan menghentikan lifting saat harga minyak di bawah 60 USD Dollar. Oleh sebab itu, saya merasa salut dengan keberanian memulai eksploitasi saat harga minyak belum bagus. Semoga eksploitasi disini bisa menghasilkan minyak sesuai harapan bersama,” katanya.Kabag Perekomian Anang Armunanto berharah berharap, kegiatan eksploitasi minyak tersebut nantinya bisa berhasil sesuai rencana. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan kontribusi pendapatan para pemerintah daerah dan membawa manfaat bagi warga sekitar.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler