Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kerusakan cukup parah dan akan kita perbaiki permanen nantinya. Untuk perbaikan permanen akan dialokasikan dana sekitar Rp 200 juta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono pada wartawan, Kamis (2/3/2017).

Menurut Subiyono, sebelum dilakukan perbaikan permanen, pihaknya akan melakukan penanganan darurat terlebih dahulu. Yakni, membuat tiang penyangga yang ditempatkan di sebelah selatan pilar jebol.

“Hari ini material dan alat berat untuk mendukung penanganan darurat sudah kita datangkan ke lokasi. Tiang besi nanti akan kita bikin seperti stager (tangga) untuk menahan landasan jembatan agar tidak melengkung. Besi untuk tiang penyangga sedang dipotong-potong sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Penanganan darurat dengan alokasi dana sekitar Rp 40 juta, ditarget selesai dalam sepekan. Dengan catatan, debit air sungai di bawah jembatan tidak meluap. Setelah stager terpasang dengan kokoh, pilar yang nyaris jebol akan dirobohkan.

Selanjutnya baru akan diteruskan dengan penanganan secara permanen. Yakni, membuat satu pilar penyangga baru dengan konstruksi beton. Posisi pilar baru akan ditempatkan sekitar satu meter dari pilar lama yang hampir ambrol diterjang banjir beberapa hari lalu. Titik pembuatan pilar baru sudah disesuaikan dengan konstruksi bangunan yang sudah ada.

“Jadi, untuk perbaikan permanen harus didahului penanganan darurat. Jembatan harus dikasih tiang penyangga besi supaya aman,” sambungnya.

Seperti diberitakan, akses transportasi warga Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati mulai tersendat sejak Minggu (26/2/2017). Hal ini menyusul terkikisnya salah satu pilar penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kleben dan Dusun Karanglangu.Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho menyatakan, terkikisnya salah satu pilar jembatan diketahui Minggu pagi. Diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada diniharinya.“Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler