Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Eits, jangan salah sangka. Peristiwa pengeroyokan itu bukan kejadian sungguhan. Tetapi, berlangsung dalam pentas ketoprak yang digelar di halaman Kantor Setda Grobogan, Jumat (10/3/2017) malam.

Sekadar diketahui, para pemain dalam pentas ketoprak yang dimulai pukul 21.00 WIB itu bukan berasal dari salah satu grup kesenian tradisional. Tetapi, pemainnya adalah para kades dan perangkat desa.

Daru Wisakti merupakan satu-satunya pejabat yang terlibat dalam pertunjukkan tersebut. Dalam pentas ketoprak dengan lakon “Minak Jinggo Leno” tersebut, Daru berperan sebagai Patih Angkat Buto.

Saat tampil pada adegan pengeroyokan, Daru sempat mengalami cidera ketika berusaha meloncat dari atas panggung untuk menghindari amukan musuhnya. Di mana, kaki kirinya sempat terperosok celah antara lantai kayu dan pembatas panggung. Meski begitu, Daru menyatakan puas dan bangga bisa terlibat dalam momen langka itu.

Baca juga : Rayakan Hari Jadi, Pemkab Grobogan Suguhkan Pentas Ketoprak

“Iya, ini sedikit bengkak saat terperosok celah tadi. Tidak apa-apa, kok. Saya merasa puas bisa jadi bagian dalam pertunjukkan ketoprak ini,” jelasnya.Sementara itu, Ketua Paguyuban Demang Manunggal Priyo Hutomo menyatakan, pentas ketoprak dengan pemain para kades dan perangkat ini baru pertama kali digelar dalam rangka memperingati HUT Grobogan. Dalam pentas tersebut, sedikitnya ada 30 aparat desa yang ikut terlibat.“Ini baru pertama kali kita bikin pentas ketoprak di sini. Ternyata antusias masyarakat sangat baik. Terus terang saya juga kaget melihat penontonnya banyak sekali. Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari masyarakat,” cetusnya.Priyo menyatakan, pentas ketoprak itu dilangsungkan sebagai wahana untuk menggali, mengupas, mengembangkan dan melestarikan seni budaya warisan nenek moyang. Hal itu perlu dilakukan karena kesenian tradisional ini kondisinya hampir kelam lantaran tergerus arus globalisasi.“Kesenian tradisional ini harus kita lestarikan. Untuk melestarikan kesenian ini harus kita lakukan bersama-sama,” sambung Priyo yang juga ikut tampil dalam pentas ketoprak tersebut. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler