Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Siang harinya, jenazah korban diterbangkan dengan pesawat Garuda dari Malaysia dan mendarat di Bandara A Yani Semarang sekitar pukul 15.30 WIB. Dari Semarang, jenazah dibawa pulang menggunakan ambulans sampai ke kampung halaman. Seorang rekan korban dari Pati yang juga bekerja di Malaysia mendampingi proses pemulangan jenazah.

“Setelah disemayamkan sekitar satu jam, jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman setempat,” kata Kapolsek Godong AKP Ngadiyo.

Informasi yang didapat menyebutkan, korban berangkat jadi TKI di Malaysia sejak tahun 2016 lalu. Kemudian, pada Selasa (14/3/2017) pihak keluarga mendapat kabar meninggalnya Sriyanto.
Selama di luar negeri, korban bekerja jadi tenaga bangunan di proyek MMC Kondominum di wilayah Johor. Korban diketahui meninggal dengan kondisi tergantung di tempat kerjanya sekitar pukul 04.30 waktu setempat. Diduga, korban bunuh diri.“Informasi yang kita dapat, korban dinyatakan bunuh diri di tempat kerjanya. Pihak keluarga, sudah ikhlas dan menerima musibah tersebut,” imbuh Ngadiyo. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler