Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Saya tidak menyangka Saeful bisa lolos. Semoga, nantinya Saeful bisa terus meraih prestasi dalam sepak bola,” ungkap Purmiyati.

Kabar lolosnya Saful diterima via telepon Selasa (11/4/2017) malam sekitar pukul 22.30 WIB saat keduanya sedang istirahat. Saat ponsel yang berdering diangkat, Saiful yang posisinya saat itu ada di Semarang langsung menyampaikan kabar tersebut.

“Terus terang saya sangat bangga dan senang sekali mendengar kabar dari Saeful. Tapi, gara-gara dapat kabar itu, kami berdua jadi tidak bisa tidur lagi sampai pagi,” kata ibu dua anak itu sembari tertawa.

Saat disambangi di rumahnya, Saeful ternyata sudah tiba. Saat itu, Saeful yang mengenakan kaos dan celana pendek sedang bercanda dengan keponakannya.

“Saya baru tiba di rumah sekitar dua jam yang lalu. Nanti malam, rencana balik lagi ke Semarang. Sebelum menjalani pemusatan latihan Timnas U-19, saya sempatkan pulang untuk nengok orang tua sekaligus minta doa restu,” kata jebolan Diklat Bintang Pelajar Kabupaten Semarang yang sekarang menghuni tim PPLP Jateng itu.

Kedua orang tua Saeful yang berprofesi petani tinggal di rumahnya yang sangat sederhana. Lokasinya, sekitar 10 meter di sebelah barat Balai Desa Pulutan, menghadap ke selatan. Di depan rumah ada bekas gerobak bakso yang sudah rusak.

Rumah Saeful berkuran sekitar 10 x 20 meter berbentuk limasan. Dindingnya terbuat dari papan yang dicat putih dan terlihat sudah pudar warnanya. Lantai rumahnya masih berupa tanah.

Di ruang depan ada tiga kamar tidur. Kemudian, ada satu ruangan di sisi kanan yang disekat untuk warung kelontong. Sedangkan di sisi kiri dipakai untuk rental play station dan tempat pembayaran online. Tampak ada satu meja yang ada laptop kecil di atasnya.
Siang itu, ada beberapa ibu yang ada di rumahnya. Sebagian duduk di ruang tengah yang digelar tikar plastik sambil memotong semangka, sayuran dan memarut kelapa.Beberapa orang lagi terlihat sibuk di dapur. Sepertinya, bakal ada acara yang akan dilangsungkan di rumah Saeful.“Habis magrib, kami ada acara bancakan dan manaqiban. Ini sudah jadi nazar kalau Saeful lolos seleksi. Makanya, ada banyak orang hari ini,” kata Kholil.Keberhasilan Saeful lolos seleksi Timnas U-19 membuatnya bangga sekaligus terharu. Terutama saat Kholil terkenang perjuangannya untuk mengantarkan Saeful latihan di Purwodadi saat masih SD hingga SMP. Setiap pekan, jadwal latihannya di SSB Rantai Baja Purwodadi dilangsungkan tiga kali. Yakni, Selasa, Kamis sore dan Minggu pagi.“Dari rumah sampai Purwodadi jaraknya sekitar 25 km. Saya antar terus Saeful kalau latihan. Saya berharap, semoga Saeful selalu semangat berlatih saat bersama Timnas U-19. Sebagai orang tua, saya dan istri hanya bisa memberikan dukungan dan doa,” jelasnya.Selain Saeful, pasangan Moh Kholil dan Purmiyati masih punya satu anak lagi. Yakni, putra sulungnya bernama Nur Roikhin yang usianya selisih sekitar 15 tahun dengan Saeful. Saat ini, Nur sudah berkeluarga dan berdinas jadi anggota TNI di Gorontalo.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler