Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari partai koalisi masih muncul tiga nama untuk menempati pos wabup. Yakni, PKB yang mengusung HM Nurwibowo dan Setiawan Djoko Purwanto (Partai Hanura) dan Sarjono (PAN). Satu parpol yang tergabung dalam koalisi, yaitu PDIP tidak ikut memunculkan nama karena sudah dapat jatah bupati.

Munculnya tiga nama akan menghambat tahapan pengajuan calon wakil bupati pada pihak DPRD Grobogan. Sebab, sesuai prosedur yang sudah digodog Pansus I, hanya ada dua nama kandidat yang bisa diajukan bupati.

“Sekarang prosedur pengisian wakil bupati sudah jelas. Nama calon yang diajukan harus dua, tidak bisa lebih. Kami berharap pengisian jabatan wabup bisa segera terealisasi karena idealnya bupati harus didampingi wakil,” kata Anggota Pansus I Budi Susilo.

Informasi yang didapat menyebutkan, dari tiga partai koalisi belum ada yang mau ‘mengalah’ dalam bursa wabup tersebut. Jika hal ini tidak bisa teratasi maka tidak tertutup kemungkinan, jabatan wabup itu akan dibiarkan kosong hingga 2021.

Ketua Partai Koalisi HM Nurwibowo yang juga Ketua DPC PKB Grobogan menyatakan, tiga dari empat partai koalisi mengajukan nama calon wakil bupati. Hal ini menjadikan proses pencalonan menjadi buntu.“Dari dulu PKB menghormati komitmen koalisi. Tapi kenyataannya sekarang ini semua partai kecuali PDIP mengajukan nama. Jadi, proses pengisian wabup masih buntu saat ini,” katanya pada wartawan.Disinggung soal rumor jabatan wabup bakal dikosongkan, Nurwibowo menyatakan, hal itu bisa saja terjadi. Kondisi ini bisa terjadi kalau dari partai koalisi memang tidak bisa mencapai titik temu dalam proses pengisian wabup.“Kalau dari koalisi tidak sepakat terus, proses pengisian tidak bisa berlanjut. Kalau, memang posisi wabup nanti dikosongkan, ya tidak masalah,” tegasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler