Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lokasi pemakaman berada di sebelah utara sungai. Ketika mengantar menuju makam, keranda berisi jenazah ditempatkan di atas rangkaian pralon besar berbentuk kotak. Kemudian, warga berenang di sekelilingnya sambil mengarahkan keranda menuju seberang.

Selama ini, belum pernah ada insiden hanyutnya pengiring jenazah yang ikut mengantar menuju pemakaman. Peristiwa orang hanyut saat mengantar jenazah baru terjadi Rabu (8/2/2017) lalu. Seorang warga hanyut terseret arus Sungai Lusi di Dusun Ndoro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan. Korban diketahui bernama Jumeno (28) warga Desa Kalirejo, Wirosari yang saat itu sedang melayat kerabat dari istrinya.

“Praktik mengubur jenazah ke makam dengan menyeberang sungai sudah berlangsung lama. Jarak yang ditempuh lewat sungai lebih pendek daripada melalui jalan darat,” ungkap Kades Tanjungsari Tri Suryatno.

Menurutnya, kalau memaksa lewat darat harus memutar menempuh jalan lewat Wirosari jaraknya bisa sampai tujuh kilometer. Ada jalan lain berupa bekas rel kereta yang jalurnya cukup sempit dan jaraknya juga jauh. Sedangkan jika lewat sungai hanya butuh jarak tempuh beberapa ratus meter saja.

sebenarnya di desa tersebut sudah ada tempat pemakaman di selatan sungai. Namun, sebagian lokasi makam longsor tergerus air sehingga praktis tidak dipakai lagi untuk pemakaman.
Akhirnya, warga melangsungkan penguburan jenazah di pemakaman yang ada di sebelah utara sungai. Di tempat pemakaman ini sudah dimakamkan sekitar 300 jenazah.Lokasi pemakaman di utara Sungai Lusi itu berada di tengah areal sawah. Jarak makam dari pinggir sungai sekitar 300 meter melewati jalan setapak.Beberapa ratus meter di sebelah utara makam masih berupa areal sawah yang masuk wilayah Dusun Dayu, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari. Rumah penduduk paling pinggir di kampung ini berjarak sekitar 1 km dari tempat pemakaman warga Desa Tanjungsari.“Kalau ada jembatan memang sangat menguntungkan. Tidak hanya untuk proses pemakaman ketika ada yang meninggal saja. Tetapi bisa jadi akses cepat menuju wilayah Kecamatan Wirosari. Adanya jembatan bisa lebih mendongkrak sektor perekonomian,” ungkap Susilo, warga setempat.Editor  :Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News