Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu setidaknya bisa dilihat dalam acara lomba cipta menu masakan non beras yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (20/4/2017). Dimana, dalam lomba yang diikuti tim PKK tingkat kecamatan itu banyak tersaji aneka menu makanan maupun minuman yang dibuat dari bahan tradisional.

Seperti jenis singkong, talas, ubi, ketela rambat, kacang tanah yang dikombinasi dengan aneka sayuran dan buah-buahan. Beberapa peserta ada yang menambahkan menu ikan sebagai pelengkap masakan. “Hasil karya dalam  lomba cipta menu masakan non beras ini saya nilai sangat istimewa. Selain penampilannya menarik, masakannya juga cukup lezat,” ungkap Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat berkeliling melihat hasil karya peserta.

Menurutnya, melalui lomba ini bisa diketahui kalau masih banyak sumber pangan lainnya yang bisa dijadikan alternatif. Dengan demikian, ketergantungan terhadap beras bisa sedikit dikurangi. Caranya, dengan sering mengonsumsi bahan pangan non beras tersebut yang harganya murah dan mudah didapat tersebut,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Grobogan Muhammad Hidayat menyatakan, dalam beberapa tahun ini, pihaknya sudah beberapa kali menggelar lomba cipta menu masakan dari bahan non beras. Dengan diolah dan dikemas sedemikian rupa, hasilnya ternyata cukup mengagumkan. Bahkan, saat ini, kreasi yang dihasilkan dinilai makin beragam dan lebih menarik.Hidayat menyatakan, mulai sekarang perlu dilakukan upaya sosialisasi lagi kepada masyarakat luas. Utamanya masyarakat pedesaan. Di mana mereka harus kembali diajarkan untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia melimpah di daerahnya.”Kalau masyarakat sudah bisa mengolah bahan pangan ini dengan baik maka setidaknya bisa mengurangi ketergantungan akan beras,” jelasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler