Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kita sudah berupaya keras untuk meraih angka dalam laga ini. Sayang, hasil akhir berkata lain. Secara materi PSIS memang lebih baik karena timnya sudah terbentuk lama dibandingkan Persipur,” kata Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 7 ribu penonton tersebut, penampilan skuad Laskar Petir tidak terlalu mengecewakan. Namun, pada menit awal, tim tamu langsung tampil menggebrak.

Hasilnya, pada menit ke-6, PSIS berhasil unggul lewat sundulan Haudi Abdillah. Namun, keunggulan ini harus dibayar mahal. Sebab, Haudi langsung ditandu keluar lapangan karena kepalanya terluka akibat benturan kaki pemain Persipur saat berjibaku menyundul bola.

Sepuluh menit berselang, PSIS punya kesempatan menambah keunggulan setelah dapat hadiah pinalti. Sayang, tendangan pinalti yang diambil Johan Yoga Utama mampu ditangkap kiper Persipur Yoga Arif.

Babak kedua, Persipur yang tertinggal mencoba bangkit dan berani melancarkan serangan. Hasilnya, tuan rumah bisa menyamakan kedudukan 1-1 menit ke 53 lewat titik putih. Pemain tengah M Fatkhul Manan yang dipercaya jadi algojo sukses menjebol gawang Awan Setho Raharjo.

Kedudukan imbang membuat tempo permainan makin meningkat. Berulang kali, kedua kesebelasan mampu meraih peluang.
Keberuntungan akhirnya berpihak pada PSIS di menit ke-65. Melalui serangan balik, umpan panjang dari tengah bisa dimanfaatkan Johan Yoga Utama menjadi sebuah gol.Gol yang diciptakan kapten PSIS ini sempat dapat protes pemain persipur. Sebab, mereka menilai Johan memasukkan bola menggunakan tangan. Namun, wasit Ahmad Tuharea tetap mengesahkan gol ini.Pelatih PSIS Subangkit menyatakan, pihaknya cukup salut dengan penampilan lawannya Persipur. Sebab, hingga akhir pertandingan, mereka mampu memberikan tekanan dan menyulitkan timnya.“Kemenangan ini tidak mudah kita dapatkan. Setelah unggul cepat pada babak pertama, anak-anak sepertinya sedikit terlena. Hasil ini tentu saja kita syukuri,” katanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler