Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Peristiwa itu bermula saat Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi bertanya perihal sepatu baru milik wartawan harian yang sempat ikut digasak Jumain ketika melakukan aksi pencurian motor. Tepatnya, di sebuah kos-kosan di Kampung Jetis, Purwodadi, Kamis (22/12/2016) dinihari.

Dalam aksinya, komplotan pencuri termasuk Jumain, berhasil menggasak dua motor Tiger milik penghuni kos. Selain motor, sepatu milik wartawan yang kebetulan kos di situ juga ikut diembat.

“Sepatu yang ada di depan pintu kamar kos itu memang saya ambil. Sempat saya pakai dan kebetulan ukurannya pas,” kata Jumain, sambil sesenggukan.

Saat ditunjukkan wartawan yang sepatunya digasak, Jumain langsung menjulurkan kedua tangannya yang terpasang borgol, untuk minta maaf.
“Saya mohon maaf telah mengambil sepatunya. Saat ini, sepatunya sudah dipakai anak saya yang sekolah SMP,” sambil menyeka air matanya.Ketika ditanyakan perihal dua motor Tiger yang digasak di kos-kosan tersebut, Jumain menyatakan, sudah dijual. Seingatnya, motor Tiger itu dijual seharga Rp 5 juta per unit.“Motornya sudah dijual. Tapi yang bagian jual teman saya,” jelas warga Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen yang ditangkap polisi, Selasa (20/4/2017) tersebut.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler