Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Dari pihak desa, rencananya akan mengganti beras yang hilang. Penggantian beras merupakan tanggung jawab kami, karena barangnya hilang saat berada di balai desa,” jelas Kepala Desa Gubug Asa’dul Munir, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, jumlah beras yang hilang sebanyak 50 karung dengan kemasan 15 kg. Totalnya ada 750 kilogram. Jika dinominalkan, nilai kerugian akibat kasus pencurian tersebut sekitar Rp 3 juta.

Menurut Munir, pada tahun ini, ada 214 rumah tangga sasaran (RTS) yang mendapat jatah raskin. Sebagian RTS sudah mendapatkan alokasi raskin.

“Sebelum ada pencurian, raskin yang tersisa sekitar 100 karung. Sebagian lagi sudah sempat disalurkan pada penerima,” katanya.Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Grobogan Muh Hidayat menambahkan, alokasi beras raskin tahun 2017 telah didistribusikan ke sejumlah desa sasaran sejak tanggal 20 April lalu. Setelah sampai di desa, bantuan beras selanjutnya didistribusikan pada RTS.Soal kehilangan beras seperti di Desa Gubug, menurut Hidayat, menjadi tanggung jawab kepala desa atau satgas di desa. “Kalau ada yang hilang maka desa yang mengganti. Kami berharap supaya pihak desa lebih berhati-hati saat menyimpan beras,” katanyaEditor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler