Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam rakor yang dipimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono tersebut terungkap, penyerapan keuangan dari dana APBD baru berkisar Rp 53 juta atau 5,06 persen. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp 215 juta atau 20,56 persen.

Kemudian, realisasi fisik pada triwulan I capaiannya hanya 12,72 persen. Padahal target fisik yang ditetapkan sebesar 25 persen.

Besarnya anggaran dalam APBD 2017 untuk pos belanja mencapai Rp 2,4 triliun. Rinciannya, Rp 1,4 triliun untuk belanja tidak langsung dan Rp 1 triliun untuk belanja langsung. Dana sebesar ini, digunakan untuk membiayai 3.150 kegiatan yang tersebar di 49 SKPD

Selain dari APBD, penyerapan anggaran dari DAK senilai Rp 107 miliar untuk 99 kegiatan juga masih minim. Sebab, realisasi fisik dan keuangannya masih 0 persen.

Kemudian, anggaran bantuan keuangan untuk kabupaten senilai Rp 71 miliar dan bantuan keuangan untuk pemerintahan desa sebesar Rp 14,9 miliar dari Provinsi Jateng juga belum terserap pada triwulan I karena masih proses persiapan dan pelelangan pekerjaan.“Penyerapan anggaran pada triwulan I tahun 2017 memang belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Capaian penyerapan yang masih jauh dari target ini perlu  terus dipacu untuk menghindari penyerapan yang terlampau tinggi di akhir tahun,” ungkap Moh Sumarsono.Ia meminta kepada semua kepala SKPD agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan sehingga serapan anggaran bisa sesuai target. Kemudian, semua kendala yang menjadi penyebab lambatnya penyerapan anggaran agar selalu diidentifikasi dan dicarikan solusinya.“Kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler