Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kunjungan itu dilakukan Ganjar, usai pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas tingkat Jateng yang dilangsungkan di lapangan Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Selasa (2/5/2017).

“Saya sudah mendapat laporan kerusakan gedung sekolah ini cukup lama. Tetapi baru sekarang punya kesempatan melihat langsung. Kondisinya ternyata cukup memprihatinkan. Dengan gedung seperti ini, anak-anak tentunya tidak nyaman dalam belajar,” ungkap Ganjar didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau gedung sekolah rusak yang lokasnya berseberangan dengan tempat upacara Hardiknas itu.

Gedung tempat belajar siswa itu dibangun dengan konstruksi sebagian tembok dan bahan kayu pada tahun 1976. Sejak dibangun sampai sekarang, belum pernah tersentuh perbaikan.

Tidak heran jika saat ini, kondisi bangunan rusak dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Atap bangunan rusak parah dan menyebabkan air hujan masuk dalam kelas. Dinding kelas, baik yang dari tembok maupun kayu banyak yang berlubang.

Bahkan, ada satu ruangan kelas yang temboknya jebol dan dari lubang tersebut terlihat tanaman padi. Sebab, tembok itu berbatasan dengan sawah warga.“Beberapa waktu lalu, saya sudah minta agar kerusakan sekolah ini segera diperbaiki. Pada tahun ini, alokasi perbaikan sudah dianggarkan,” cetus Ganjar.Bupati Sri Sumarni menyatakan, perbaikan gedung SD 1 Mlowokarangtalun yang rusak tersebut sudah dialokasikan. Anggaran perbaikan sudah disediakan sekitar Rp 365 juta pada tahun 2017 dari dana alokasi khusus (DAK). Dana ini rencananya dipakai untuk merehab lima bangunan kelas dan membuat satu ruang perpustakaan.“Anggaran perbaikan sudah disiapkan. Saat ini, baru persiapan lelang pekerjaan,” jelasnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler