Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Iya, mas. Ada hujan es di kampungku. Tapi kejadian hujan es hanya berlangsung sekitar lima menitan. Setelah itu hujan air biasa,” kata Moh Kumaidi (25), warga yang tinggal di Dusun Krajan RT 03, RW 01.

Anggota Ubaloka Pramuka Kwarcab Grobogan itu menyatakan, hujan es turun sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum hujan, ada hembusan angin kencang di kampungnya.

Setelah itu turun gerimis dan disusul hujan deras.

Saat hujan deras mengguyur, terdengar suara benda berjatuhan di atas genting rumah. Tidak lama kemudian, terdengar teriakan “ada hujan es” yang dilontarkan banyak warga.
“Hujan es ini membuat banyak warga berhamburan keluar rumah. Saya sempat menyaksikan turunnya hujan es karena kebetulan ada di teras rumah saat itu,” jelasnya.Menurutnya, butiran es yang jatuh dari langit ukurannya tidak besar. Kira-kira seukuran biji kelereng.“Butirannya es kecil-kecil. Banyak warga yang mengambil butiran es yang jatuh di halaman,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler