Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Perbaikan jembatan saat ini sudah proses finishing. Dalam minggu ini, kita upayakan sudah selesai,” katanya.

Penanganan permanen dilakukan dengan membuat tiang penyangga baru dengan konstruksi beton. Untuk penanganan permanen itu dialokasikan dana Rp 274 juta.

Perbaikan permanen dilakukan dengan membuat satu pilar penyangga baru dengan konstruksi beton. Posisi pilar baru akan ditempatkan sekitar satu meter dari pilar lama yang hampir ambrol diterjang banjir beberapa waktu lalu. Titik pembuatan pilar baru sudah disesuaikan dengan konstruksi bangunan yang sudah ada.

Sebelumnya, penanganan jembatan dilakukan secara darurat dengan alokasi dana sekitar Rp 40 juta. Yakni, dengan mendirikan tiang besi penyangga jembatan.

“Jadi, perbaikan jembatan dilakukan dua tahap. Pertama perbaikan darurat dulu dan setelah itu baru secara permanen. Dalam penanganan darurat, jembatan harus dikasih tiang penyangga besi supaya aman,” jelasnya.

Seperti diberitakan, akses transportasi warga Karanglangu, mulai tersendat sejak Minggu (26/2/2017). Hal ini menyusul terkikisnya salah satu pilar penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kleben dan Dusun Karanglangu.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus. Kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.
Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho menyatakan, terkikisnya salah satu pilarjembatan diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada dini harinya.“Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian Jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.“Kami mengucapkan banyak terima kasih karena kerusakan jembatan langsung ditangani dengan cepat,” kata Agus. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler