Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Yang berangkat ke Taiwan adalah pak Jayus, ayah dari Zudi Prasetyo. Hari ini, dia berangkat ke Jakarta dan besok siang baru bertolak ke Taiwan. Barusan, saya komunikasi dengan pak Jayus lewat telepon,” ungkap Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Grobogan Sugiyarto, Rabu (10/5/2017).

Zudi merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Orang tuanya, pasangan Jayus dan Siti Nurhayati tinggal di Dusun Goledok RT 01, RW 09, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh.

Zudi bekerja di sebuah pabrik kertas di daerah Shinwu Taoyen, sejak awal 2016 lalu. Keberangkatannya bekerja ke Taiwan melalui jasa penyalur PT Diyavi Manpower Jakarta.

Musibah yang menimpa Zudi terjadi Senin (3/4/2017). Saat bekerja, kaki kanannya terperosok mesin press kertas. Karena lukanya sangat parah, kaki kanannya terpaksa diamputasi.

Menurut Sugiyarto, setelah mendapat info ada TKI dari Grobogan yang mengalamu musibah saat bekerja, pihaknya langsung mendatangi rumah Zudi untuk memastikan kebenaran informasi yang didapat. Setelah itu, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya dan pihak penyalur tenaga kerja.

“Pihak penyalur akhirnya memutuskan untuk memberangkatkan pihak keluarga korban untuk menjenguk kondisi Zudi di Taiwan. Semua biaya ditanggung perusahaan yang memberangkatkan Zudi,” jelasnya.Meski kecelakaan sudah terjadi satu bulan lalu namun keberangkatan orang tua Zudi baru bisa terlaksana saat ini. Sebab, sebelumnya masih menunggu pembuatan paspor dan visa.Sugiyarto menambahkan, kabar terbaru yang diterima, kondisi Zudi sudah berangsur membaik. Saat ini, Zudi sudah bisa duduk di kursi roda dan mudah dihubungi lewat telepon. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler