Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski demikian, Eko meminta agar masyarakat yang menemukan adanya upal segera melapor. Dengan demikian, pihaknya bisa cepat menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami sudah menindaklanjuti soal keluhan warga terkait temuan upal. Namun, kami berharap warga mau lapor jika mendapat upal. Sebab, peran masyarakat dengan melaporkan temuan upal tergolong penting untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Dari informasi yang didapat MuriaNewsCom, peredaran upal jenis lama mulai marak di Purwodadi dalam beberapa minggu terakhir. Kebanyakan, mereka yang mendapatkan upal berbagai pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000 adalah para pedagang. Seperti pemilik toko kelontong dan penjual penjual mi ayam.

Menurut pedagang, upal tersebut sulit dibedakan. Sebab, ketika diterawang terdapat benang pengaman dan tanda air yang mirip dengan uang asli. Uang yang dimiliki baru diketahui palsu saat mau disetorkan ke bank.“Dalam dua minggu terakhir, saya dapat beberapa lembar uang palsu. Uang itu ketahuan palsu setelah mau saya setorkan ke bank. Beberapa teman juga mendapat uang palsu,” ujar Teguh, salah seorang pedagang kelontong di Purwodadi.  Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler