Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, harapan perbaikan jalan tersebut memang cukup beralasan. Jalan yang masih terlihat lapisan aspalnya itu merekah di beberapa titik. Jika tidak waspada, rekahan jalan bisa menyebabkan roda motor terperosok.

“Kondisi jalan menuju waduk memang sudah makin parah. Sudah saatnya diperbaiki,” kata Fahmi, warga yang tinggal di dekat WKO.

Selain menuju WKO, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen dan Solo. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini karena menghindari macet panjang.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan WKO sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.
Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono menyatakan, sampai saat ini status jalan tersebut belum ada kejelasan. Sehingga pihaknya tidak bisa mengucurkan dana perbaikan karena status jalan bukan milik kabupaten.Meski demikian, pihaknya sudah mengajukan bantuan proyek perbaikan jalan menuju WKO melalui Kementerian PUPR. Selain itu, pihaknya juga mengajukan bantuan proyek sodetan di Sungai Satrian yang ada di Desa Krongen, Kecamatan Brati dan proyek penanggulangan Sungai Tirto di Wirosari.“Dana untuk tiga proyek itu bisa mencapai puluhan miliar. Keuangan kami tidak mencukupi sehingga perlu meminta bantuan ke kementrian,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler