Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono mengungkapkan, dana sebesar Rp 392 miliar digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Tiap paket pekerjaan nilainya di atas Rp 2 miliar.

“Tahun ini, jalan yang kita perbaiki baru 141 km. Dana yang tersedia belum bisa digunakan untuk perbaikan seluruh ruas jalan rusak,” jelasnya pada wartawan, usai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja untuk 27 paket proyek perbaikan jalan tahap I tahun tahun 2017 di kantor DPUPR, Senin (15/5/2017).

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten memiliki panjang keseluruhan sekitar 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik, baru 58 persen atau sekitar 500 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km.

“Kita targetkan, pada akhir tahun nanti ruas jalan yang rusak tinggal 36,5 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Untuk menuntaskan perbaikan jalan berikutnya masih butuh dana sekitar Rp 800 miliar. Tahun 2018 dan 2019, ditargetkan dana perbaikan jalan rusak dialokasikan Rp 400 miliar per tahunnya. Dengan demikian, perbaikan semua ruas jalan kabupaten bisa tuntas dalam dua tahun anggaran mendatang.
Ditambahkan, perbaikan jalan di Grobogan memang membutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, wilayahnya sangat luas sehingga ruas jalan juga cukup panjang.Selain itu, perbaikan jalan harus dilakukan dengan konstruksi beton yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.“Kondisi tanah kita, angka CBR nya rendah sekali. Sehingga harus dilakukan konstruksi beton. Hal ini yang menjadikan biaya perbaikan jalan butuh dana besar,” katanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler