Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Mulai sekarang, ketergantungan terhadap beras atau bahan dari terigu harus bisa kurangi. Caranya, dengan sering mengonsumsi bahan pangan lokal,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni saat sarasehan sebelum acara final lomba kreativitas teknologi pangan bagi pelajar dan mahasiswa se-Jateng di halaman pendapa, Rabu (17/5/2017)

Menurut Sri, di luar beras masih banyak bahan pangan yang bisa diolah menjadi makanan bergizi dan lezat. Misalnya, dari singkong, jagung, ubi, buah-buahan dan sayuran. Namun sejauh ini, bahan pangan yang mudah sekali di temukan itu belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Potensi bahan pangan lokal ita sangat melimpah. Potensi ini hampir dapat ditemukan di semua desa. Dengan diolah dan dikemas sedemikian rupa, hasilnya ternyata cukup mengagumkan,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi itu, Sri meminta dinas terkait perlu melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat luas. Utamanya masyarakat pedesaan. Di mana mereka harus kembali diajarkan untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia melimpah di daerahnya.

”Kalau masyarakat sudah bisa mengolah bahan pangan ini dengan baik maka setidaknya bisa mengurangi ketergantungan akan beras,” imbuhnya. 
Lomba tersebut diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Jateng dan DKP Grobogan.Acara lomba dihadiri sekaligus dibuka Bupati Grobogan Sri. Hadir pula Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT Hardaning Pranamuda, Kepala DKP Jateng Suryo Banindro dan Kepala DKP Grobogan Muhammad Hidayat.Total ada 15 tim yang mengikuti lomba tersebut. Masing-masing tim terdiri dua orang. Peserta lomba bebas membuat menu makanan. Namun, menu yang diciptakan harus dari bahan lokal nonterigu. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler